Tuesday, March 15, 2016

Variabel Wajib dalam Estimasi Kuantitas Air

Pada bahasan sebelumnya, Online School telah menjelaskan metode untuk memproyeksikan jumlah penduduk (klik disini) di sebuah kota atau daerah yang nantinya akan direncanakan oleh sahabat. Saat ini, sahabat akan diberikan pengetahuan mengenai cara-cara untuk mengestimasi banyaknya air yang dibutuhkan oleh sebuah kota. Bahasan kali ini Online School mencoba membagi beberapa variabel dalam sebuah daerah yang mempengaruhi kuantitas air yang diperlukan.

Sebelum itu sahabat harus mengetahui bahwa banyaknya / kuantitas pemakaian air itu sendiri juga dipengaruhi oleh iklim; standar hidup; luasnya sarana penyaluran air buangan; tipe aktivitas misalnya industri, komersial, pariwisata; harga air; ketersediaan sumber air pribadi misalnya sumur air tanah; kualitas air; tekanan pada sistem distribusi; lengkapnya jumlah meter air; dan sistem manajemen. Berikut ini variabel yang akan dijelaskan Online School kepada sahabat pembaca.

Konsumsi Air

Online School akan mencoba mengklasifikasikan konsumsi air (water consumption) di perkotaan sesuai dengan penggunaan air tersebut, penjabaran sebagai berikut.

Kebutuhan Domestik

Merupakan air yang digunakan pada tempat-tempat hunian pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (kebutuhan rumah tangga) seperti minum, masak, mencuci, mandi, sistem plambing rumah, dan sebagainya. Kuantitas untuk kebutuhan domestik ini memiliki rentang yang lebar, karena disesuaikan dengan standar hidup, kebiasaan, adat istiadat dan musim. Satuan yang digunakan untuk kebutuhan domestik ini adalah liter/orang/hari.

Kebutuhan Publik / Umum

Air digunakan untuk keperluan publik, yang dikelompokan kedalam 2 golongan yaitu.
  • Intitusi, misalnya pemakaian air di gedung milik publik, seperti kantor pemerintahan, kantor sarana kota, sekolah, serta untuk sarana sosial lainnya seperti rumah sakit, panti asuhan, rumah jompo, dll.
  • Perkotaan, yaitu air yang dipakai untuk pemeliharaan kota, misalnya pembersihan jalan, penyiraman tanaman, penggolontoran saluran kota, air mancur, pemadam kebakaran.

Kebutuhan Komersial

Penggunaan air pada sarana komersial seperti gedung perkantoran, restoran, pertokoan, mall, hotel. Kuantitas air yang dibutuhkan oleh jumlah pekerja pada bangunan tersebut disertai dengan luasan dari lantai bangunan tersebut.

Kebutuhan Industri

Kuantitas penggunaan air untuk skala industri sangatlah besar. Faktor yang mempengaruhinya adalah luasan pabrik, skala pabrik, dan tipe pabrik. Air digunakan untuk pemenuhan proses industri, air pendingin, dan juga kebutuhan karyawan (domestik). Namun, penggunaan air resirkulasi dalam industri juga dapat menekan / mereduksi kebutuhan air.

Dalam proyeksi kebutuhan air yang dibutuhkan di masa yang akan datang, jumlah penduduk tidak berkaitan sama sekali. Oleh karena itu, untuk merencanakannya dibutuhkan data rencana tata ruang wilayah kota (RTRW Kota) di masa depan. Sehingga didapatkan besaran zonasi kawasan industri kota di kota tersebut.

Kebutuhan Lain-Lain sesuai Karakteristik Kota

Kebutuhan lain disini diamksudkan adalah untuk karakteristik kota yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya kota dipinggir laut maka membutuhkan air minum untuk kawasan pelabuhan, kota pertanian membutuhkan air untuk aliran irigasi, kota dengan bandara pesawat terbang atau stasiun kereta api.
Kebutuhan Air Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik Sesuai Karakteristik Kota, Dijen Cipta Karya 2000
Kebutuhan Air Non Domestik Sesuai Karakteristik Kota, Dijen Cipta Karya 2000

Variasi Kebutuhan Air

Seperti yang sahabat ketahui bersama bahwa konsumsi air selalu berbeda dari satu orang dengan orang lain, dari satu kegiatan dengan kegiatan lainnya, dan juga dilihat dari perbedaan musim, kemudian variasi pemakaian harian dalam 1 minggu, hingga pemakaian setiap jam dalam 1 hari. Studi yang pernah dilakukan terdapat kesimpulan bahwa pemakaian air saat musim panas lebih tinggi dibanding musim hujan, sedangkan untuk mingguan pemakaian air saat akhir pekan (weekend) lebih tinggi dibanding saat hari kerja (workday). Dalam hal ini online school juga mengklasifikasikan variasi-variasi tersebut kepada beberapa kelompok berikut ini.

Kebutuhan Harian Rata-Rata (average day demand)

Merupakan pemakaian air rata-rata dalam 1 hari yang meliputi konsumsi domestik dan juga non domestik. Kebutuhan rata-rata dalam 1 hari dapat diperoleh dengan mengetahui total pemakaian dalam 1 tahun, sehingga dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Kebutuhan Harian Rata-Rata (average day demand)

Kebutuhan Harian Maksimum (max day demand)

Angka untuk mewakili variasi ini adalah dari pemakaian terbesar dalam waktu satu hari selama periode waktu 1 tahun. Pemakaian terbesar ini terjadi pada saat musim panas, dengan perhitungan sebagai berikut.
Kebutuhan Harian Maksimum (max day demand)
Faktor hari maksimum (Fmd) dipengaruhi oleh beberapa hal.
  • Luas kota, Fmd di kota besar lebih kecil dibanding Fmd di kota kecil.
  • Iklim, Hal ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh untuk Indonesia karena beriklim tropis dengan temperatur relatif sama sepanjang tahun.

Kebutuhan Jam Puncak (peak hour demand)

Angka untuk variasi ini didapatkan dari pemakaian terbesar dalam waktu satu jam selama rentang waktu satu hari. Variasi ini dihitung karena adanya permintaan air yang serentak dalam satu waktu, misalnya saat pagi hari saat orang akan memulai aktivitasnya. Variasi ini dapat dihitung melalui rumus berikut.
Kebutuhan Jam Puncak (peak hour demand)
Faktor jam puncak (Fph) memiliki variasi dalam bearannya tergantung dengan karakteristik kota dan juga besarnya komunitas yang dilayani. Misalnya untuk kota besar harga Fph adalah 1,3; untuk kota sedang dan kecil = 1,5; dan daerah perdesaan atau komplek perumahan = 2.

Demikian variabel yang mempengaruhi estimasi kuantitas air dalam rencana penyediaan air minum. Selanjutnya, Online School akan membahas lebih detail kepada pertimbangan lain yang juga sangat penting dalam perencanaan sistem penyediaan air minum. Biar sahabat tidak ketinggalan materi-materi berikutnya, jangan lupa ya follow kita dengan cara like FB Fanpage kami, subscribe by email (lihat sebelah kanan tinggal diisi aja email sahabat atau yang lewat mobile bisa masuk ke web version dan lihat paling bawah), follow google plus, dan twitter penulis ya.

BERLANGGANAN GRATIS!
Silahkan masukan email anda untuk mendapatkan kiriman artikel terbaru dari blog kami bersama 500 Pembaca lainnya, gratis langsung ke email anda.

Related Posts

Variabel Wajib dalam Estimasi Kuantitas Air
4/ 5
Oleh

Mohon komentar yang relevan dan benar sesuai pembahasan. pernah menuliskan link karena pasti dihapus. Terima kasih.